Posts

Showing posts from 2017

KPOP and whut?!

Image
So here I’m going to show everyone that I can make a use of my fangirling skills. Guess what I’m doing with it, Oh yes, Writing! First of all, I wanna y’all know what boyband I’ve been so interested these days. But before that, I need y’all to remember my super dooper ultimate favorited boyband ever. Hehehehe. My first, my one, and only: Super Junior. You must’ve heard about them, ‘aight? The first time I knew about Super Junior is when I was in junior high school, my friend did a presentation about a hot booming shits happening in South Korea, and one of them is Super Junior. She showed the whole class one of their music video (MV), Mr. Simple. I think that was the era when Super Junior was sucha booming shits everywhere, literally everywhere. Mr. Simple’s era, Sorry Sorry’s era were their golden times. I remember very well that was the first trigger I searched their names, their stories, their MVs, their musics on every corner of Google and Twitter. They ar...

Dhani & Ayu

 [Dhani] “Dhan.” “Hm.” “Ayu sedang jatuh cinta.” “Dengan siapa?” “Teman.” “Teman?” “Teman.” “Siapa?” [Ayu] “Dhani pernah jatuh cinta?” “Hm.” “Seperti apa rasanya?” “Seperti orang sawan . Tiap hari ada saja alasan bahagia.” “Memang jatuh cinta selalu bahagia?” “Menurut Dhani begitu.” Kalau gitu aku seharusnya sudah sawan sekali dong. “Ayu bahagia?” “Dengan apa?” “Cinta Ayu.” “Hm.” Hm. Belum tahu. “Kalau Dhani?” “Belum.” “Belum apa?” “Belum bahagia.” “Kenapa begitu?” Ups. “Ayu ingin Dhani bahagia.” “Benarkah?” “Hm.” “Kalau gitu, Dhani tidak akan pernah bersedih lagi.” “Bisa?” “Bisa dong. Demi Ayu.” “Hm.”  “Dhani sudah pernah jatuh cinta.” … “Kalau sekarang bagaimana?” “Bagaimana apanya?” “Dhani sedang jatuh cinta tidak?” “Hahaha.” “Kok tertawa?” “Dhani sudah jauh dari jatuh cinta.” “Maksudnya?” “Dhani kurang paham. Tapi Dhani tahu kalau Dhani bukan hanya sedang jatuh cinta....

Reminder

Image
And God be like, "Do whatever you want. I have those noted here."

Berdoalah

Ada anak bertanya pada Bapak nya, mengapa ini terjadi pada dirinya? Anak ingin tahu, mengapa harus dia dalam peran utama perang dingin ini. Bapak tidak pernah mengatakan kalau medan perangnya hanya satu jengkal dari di mana anak itu berdiri. Bapak cuma beri tahu, suatu hari sang anak akan belajar sesuatu. Anak tidak pernah mengerti bahwa ini adalah sekolah yang tidak terakreditasi. Anak tidak pernah mengerti dia sedang dilatih menjadi sesuatu. Dari setiap luka, anak cuma tahu ini yang terburuk. Bapak bilang, maka berdoalah. Anak katakan, mana yang harus aku panjatkan? Sedih ku, atau marah ku? Namun suatu hari, Bapak memanggil penyampai pesan. Katakan pada anak, dia hampir sampai di tujuan. Suruh si Bapak. Penyampai pesan tak bisa menahan, "Sampai di mana? Dari mana dan ke mana hendak dibawa dirinya?" Namun sejalan dengan pertanyaan, beliau sudah sampai di pelabuhan anak menunggu. Anak mendengar dengan baik dan mengangguk pelan. Meskipun ...

Jadi Wasit

ALOHAAAAAA gila terakhir ngepost 15 agustus loh lama juga yah dari 15 agustus sampe hari ini (20 september) gue lagi penuh hasrat buat nulis sebenernya, berkali-kali pengen buka laptop, tapi ya gitu, bukannya sok sibuk, tapi emang beneran sibuk. nanti deh gue ceritain. sekarang gue mau cerita yang bener-bener fresh di otak gue, takutnya keburu lupa wkwk. jadi beberapa bulan lalu, gue berpartisipasi jadi panitia acara bem fakultas gue, psycho connected 2017. gue divisi PDD, sub-divisi L.O bidang olahraga futsal. singkat cerita gue nge-L.O-in anak kampus MH. Thamrin, jadi gue bertugas ngurusin administrasi mereka, nemenin mereka, dan semacamnya dari sebelum dan selama acara. gue kenalan sama Yusuf namanya, dari Yusuf gue kenalan juga sama Amri. dan gue belom izin pake nama mereka di sini... nggak apa-apa ya Suf, Mri :) #sokkenal. gue rapat psycho connected itu baru 2 kali apa ya dari sekian rapat, soalnya jaman-jamannya rapat itu gue lagi kerja di kedai kopi (iya tar gue mau cerita...

The Three Bian Que Brothers

Bian Que is a legendary doctor said to have even saved a dead person. He had two older brothers, and all three of them were doctors. But of course, Bian Que was the most famous. One day, The King... "Bian Que, who among your brothers is the greatest doctor?" "My oldest brother is the greatest, my second oldest brother is the next greater. And finally there's me." The King asked again, "Why so? Aren't you the most famous?" "... People come to me when they have a deadly illness. So I have to cut their skin and perform major operations. But my second oldest brother treats patients before their illness gets worse. So the patients don't know that he saved their lives. My oldest brother prevents illnesses before people get sick and keeps them from getting sick. So the patients don't know that he saved their lives. My oldest brother is the greatest. Since he treats illnesses before people even get sick."

my lemper babies

Image
ë³´ê³  ì‹¶ì–´

Anamnesis #3

Image
Everyone has their first counseling patient. Even if we deal with other people's minds, we ourselves are people. And we gradually become counselors by building up experience and training. But the problem is the patients whom we encounter while we're being trained in the process. Are those who meet still inexperienced counselors simply unlucky? This is why we can't make mistakes. But there's no such thing as a counselor who doesn't make mistakes. Hence, our experience is a heavy and precious tower built upon the wounded minds of others. - LINE Webtoon, Dr. Frost

#DearPakAhok

Pak Ahok, nama saya Dinda. Umur saya masih 19 tahun, satu tahun lebih mudah daripada teman-teman sebaya saya. Jadi biasanya saya adalah anak bontot di mana-mana, gak di rumah, gak di antara teman-teman. Kalau anak bontot biasanya gak boleh berpendapat terlalu ngotot karena dianggapnya masih kecil dan belum banyak pengalaman, saya gak mau dibilang sotoy, jadi tulisan ini saya haturkan untuk bapak saja dibanding dibilang sok-sokan mengomentari. Pak, mungkin yang saya mengerti dari kasus bapak hanya secuil dari kenyataannya. Tapi boleh kan saya menyampaikan pendapat saya atas apa yang saya dengar? Gara-gara salah ngomong mengenai surat Al-Maidah Ayat 51, bapak hari ini divonis penjara 2 tahun. Jujur, saya sempat berpikir "Whoa, karma does exist." bapak ingat tidak dulu bapak menyusahkan banyak sekali anak sekolah? Terutama kami para pendaki gunung tingkatan anak SMA. Efek jera bapak dengan langsung drop out siswa-siswa yang terkena kasus bullying atau tawuran memang saya...

A Poetry

There's always a poetry to make life seems better. A poetry that'll make you smile in the middle of a bad day while struggling with how life goes on, it makes you feel all good. A poetry that'll make you scroll fast so you'll find a good one. It represents your condition and it gives you energy. A poetry about how flower beautifully blooms in winter even tho it's impossible in a real life. It makes your imagination runs wild by just picture it out in your thoughts. It'll make you fall in love with no one but yourself. Or probably you'll suddenly share the poetry to loved ones. Because you know, the poetry heals. I want to be a poetry I want to be a poem written in your diary A poem followed by a music I want to be a poetry you would never read, a poem you would never understand I'm way too beautiful so you would never tired to look at I want to be a poetry you would never get the meaning of it, a poetry you would get stucked I want to be that...

marriage? me?

Seperti judulnya, saya mau cerita bagaimana saya dan konsep menikah, di post ini. Kepikiran nulis ginian ya tentu saja karena post saya yang sebelumnya membahas pertunangan sahabat saya, saya jadi mikir. Bagaimana dengan saya sendiri? Kalau kata temen saya, Mega, "gue kadang2 suka bingung sm jalan pikiran lu tp ya namanya juga dinda wkwk" dia beneran ngomong gitu di chat line -_- karena Mega bingung sama rencana-rencana saya mengenai pernikahan dan anak di masa depan, saya jadi pengen cerita di blog. Ya kalau menurut saya sih gak ada yang salah, gak tau deh menurut orang lain. Pernikahan Bagaimana sih pernikahan di pemikiran Dinda? S imple kok . Saya tidak mau menikah. Ekstrem ya? Haha. Tar dulu tar dulu, jangan shock gitu dong. Saya perhalus deh. Saya menghindari pernikahan. Pelan-pelan ya saya jelasin kenapa. Keturunan / Anak Bagaimana sih keturunan / anak di pemikiran Dinda? Saya ingin sekali punya anak, saya pernah bermimpi punya ana...

Sahabat saya mau tunangan sama polisi

Dalam hitungan hari sahabat saya, Aisyah Jasmine Yogaswara, akan melaksanakan acara lamaran dan atau pertunangan dengan pasangannya, Tias Arifiandi Nugraha. Della dan saya rencananya akan ikut hadir di acara tersebut, sedangkan Sarita berhalangan hadir karena dia ada tugas penelitian ke Lombok. Singkat cerita saya sangat bahagia untuk kak Tias dan Aisyah, padahal awalnya saya selalu close minded dengan jenis pekerjaan kak Tias. Iya. Saya gak suka polisi. Tentara. Militer. Dengan sebutan-sebutan yang melambangkan keamanan negara, nasionalisme, dan bagaimana pun orang menyebutnya. Teman saya ini lucu, dia ketemu orang yang seringkali dia panggil "mas" sekarang ini bukan di tempat-tempat fancy, bukan di pertemuan blind dates, dan sebagainya. Mereka ketemu di Danau Situ Gintung. Saat itu bahkan saya gak tau ada ciptaan Tuhan bernama Tias Arifiandi Nugraha. Saya baru tau setelah beberapa hari di sekolah Aisyah sering menyebut-nyebut namanya dan bahkan katanya mau nonton b...

Cut your crap

And don't talk to me. Not even a word. I mean it.

#CookingDailyLife: Mi Susu (MiCu)

Image
ALOHA! ini post terngebut sepanjang masa because gue pengen cepet-cepet berbagi kenikmatan dunia lainnya. #CookingDailyLife yang sebelomnya adalah pancake which is so simple cuma tinggal nyemplungin terigu, telor, minyak, sama susu kental manis. terus goreng. KALI INI GUE MAU SHARE YANG LEBIH SIMPLE hewhewhew. tapi pasti almost everybody alias hampir semua orang udah tau masakan ini, udah super baheula kayaknya nih masakan. cuma ya karena gue yang punya blog jadi suka-suka gue :) jadi ceritanya di tanggal 13 maret 2017 ini adalah hari pertama kuliah lagi di semester 4 perkuliahan gue. gue seharusnya ada kelas jam 7:50 pagi, tapi gue gak tidur sampe jam 4:30 pagi, coba bayangin betapa gegabahnya hidupku. sedangkan ciputat - salemba itu butuh waktu 2 jam, belom lagi kalo keretanya macet. iya. tua di jalan. jam 4:30 pagi itu gue denger nyokap gue bangun, nah kebiasaan dia sama bokap gue kalo bangun tidur atau baru nyampe rumah pasti inspeksi kamar anak-anaknya. kayaknya sih memasti...

Mau ngeluh

Di hari yang sama saya perlu ngambil barang saya yang sangat penting yang ketinggalan di grabcar, kuliah yang cuma satu matkul sehari tapi penting, dan hadir di dua appointment . Dan semuanya di waktu yang bersamaan pula. Kamu tanya kenapa barangnya bisa ketinggalan, bodoh? Waktu itu saya lagi nemenin ibu saya pulang abis dirawat enam hari di rumah sakit, mobil ayah saya lagi gak bisa dipake, ayah dan kedua kakak saya entah di mana. Jadi saya yang abis enam hari nemenin ibu saya di rumah sakit, yang saya lakukan dengan senang hati karena dari rumah sakit - kampus jadi jauh lebih deket jadi saya gak masalah, harus nemenin dia pulang juga jam 10 malem pake grabcar. Sebelum masuk mobil saya udah bete sama pak grabcar karena dia bawel, udah gitu ibu saya suruh bapaknya lewat tol aja dan dia malah baget mau lewat jalan biasa katanya udah lancar jam segini. Saya gak ikutan debat karena begitu masuk mobil saya tiba-tiba ngantuk berat dan capek dan pusing, karena hari itu saya abis kuliah ju...

Selamat dan semangat

Saat saya kehilangan sosok kamu, itu salah kamu. Saya gak pernah kenal kamu. Gak pernah dikenalin dan gak mungkin saya yang minta kenalan, saat kita ketemu saya masih gak tau apa-apa. Iya kan? Tugas kamu yang harusnya memperkenalkan. Dan kamu payah dalam mengerjakan tugas itu. Jadi kesalahan ada di kamu. Sejak saat itu saya berusaha gimana caranya saya seenggaknya pura-pura kenal kamu. Tau kamu. Mengerti kamu. Tapi sampai kemarin saya baru sadar, saya gak bisa mengenal kamu. Kamu mau saya jadi prajurit saat saya bercita-cita jadi raja. Kamu bahkan gak cukup mengenal saya untuk tau itu. Ya udah. Kalau kamu masih maksa maunya gitu. Saya juga punya kemauan saya sendiri. Dan kita gak punya titik temu untuk itu. Jadi berlaku hal yang sama saat kamu kehilangan sosok saya, itu juga salah kamu.