Selamat dan semangat
Saat saya kehilangan sosok kamu, itu salah kamu.
Saya gak pernah kenal kamu. Gak pernah dikenalin dan gak mungkin saya yang minta kenalan, saat kita ketemu saya masih gak tau apa-apa. Iya kan? Tugas kamu yang harusnya memperkenalkan. Dan kamu payah dalam mengerjakan tugas itu. Jadi kesalahan ada di kamu.
Sejak saat itu saya berusaha gimana caranya saya seenggaknya pura-pura kenal kamu. Tau kamu. Mengerti kamu.
Tapi sampai kemarin saya baru sadar, saya gak bisa mengenal kamu. Kamu mau saya jadi prajurit saat saya bercita-cita jadi raja. Kamu bahkan gak cukup mengenal saya untuk tau itu.
Ya udah. Kalau kamu masih maksa maunya gitu.
Saya juga punya kemauan saya sendiri.
Dan kita gak punya titik temu untuk itu.
Jadi berlaku hal yang sama saat kamu kehilangan sosok saya, itu juga salah kamu.
Comments
Post a Comment