Dhani & Ayu

 [Dhani]
“Dhan.”
“Hm.”
“Ayu sedang jatuh cinta.”
“Dengan siapa?”
“Teman.”
“Teman?”
“Teman.”
“Siapa?”

[Ayu]
“Dhani pernah jatuh cinta?”
“Hm.”
“Seperti apa rasanya?”
“Seperti orang sawan. Tiap hari ada saja alasan bahagia.”
“Memang jatuh cinta selalu bahagia?”
“Menurut Dhani begitu.”

Kalau gitu aku seharusnya sudah sawan sekali dong.

“Ayu bahagia?”
“Dengan apa?”
“Cinta Ayu.”
“Hm.”

Hm.
Belum tahu.

“Kalau Dhani?”
“Belum.”
“Belum apa?”
“Belum bahagia.”
“Kenapa begitu?”

Ups.

“Ayu ingin Dhani bahagia.”
“Benarkah?”
“Hm.”
“Kalau gitu, Dhani tidak akan pernah bersedih lagi.”
“Bisa?”
“Bisa dong. Demi Ayu.”
“Hm.”

 “Dhani sudah pernah jatuh cinta.”
“Kalau sekarang bagaimana?”
“Bagaimana apanya?”
“Dhani sedang jatuh cinta tidak?”
“Hahaha.”
“Kok tertawa?”
“Dhani sudah jauh dari jatuh cinta.”
“Maksudnya?”
“Dhani kurang paham. Tapi Dhani tahu kalau Dhani bukan hanya sedang jatuh cinta.”
“Jadi Dhani sudah lebih dari jatuh cinta?”

Jangan, jangan lari.
Jangan juga jatuh di depannya.
Tatap keduanya dengan tegas.

“Iya, Yu.”

Comments

Popular posts from this blog

마지막 The Last - Agust D (Min Yoongi/Suga)

That's okay // Tidak apa-apa

the art of living together