That's okay // Tidak apa-apa

You're not that smart,
and that's okay.

You're not that kind,
and that's okay.

You're not that strong,
and that too,
is okay.





Ingin menulis sedikit menjelaskan makna puisi kali ini. Menggunakan bahasa ibu agar lebih mudah dipahami.

Teman-teman ku tahu betul, kalau soal percintaan aku sering banyak bicara. Tapi aku ragu kalau mereka mengerti, justru itu tanda hal tersebut tidak begitu penting bagi ku.
Karena sesuatu yang biasanya sangat berarti bagi ku biasanya aku simpan untukku sendiri. Kecuali hal itu benar-benar meledak dalam diriku, yang membuatku terharu, bahagia, sedih, marah, bahkan malu.
Tapi mungkin karena kebanyakan ceritaku tak sepenting kisah mereka, mereka malas mendengarkanku. Kadang aku ingin menyalahkan diriku sendiri. Sampai akhirnya tak ada lagi yang kukeluarkan, tak ada lagi yang kuceritakan.
Mungkin ini yang namanya krisis pemahaman. Mungkin juga krisis pertanyaan.
Aku ingin seseorang menghubungiku atau menemuiku, dan bertanya, "Bagaimana hari mu hari ini?" bukan karena basa-basi atau iba. Tapi karena mereka ingin tahu; senang saat aku senang, sedih saat aku sedih.
Mereka yang memang berniat menaruh perhatian, tetap mengajak ku berbicara meski aku sulit mengutarakan, dan mendengarkanku walaupun cerita ku membosankan. Sebagaimana aku memperhatikan mereka, mencari tahu tentang mereka, dan mendengarkan mereka.
Di samping itu, ada tuntutan yang semakin besar untuk menjadi 'sesuatu' yang secara tidak sadar menyita terlalu banyak lembaran. Maka dari itu, muncul lah kebutuhan yang tak terelakkan. Yaitu kebutuhan untuk tidak berpura-pura, atau membuktikan diri sendiri. Setiap perjalanan menuju ke rumah, aku selalu memikirkan ini.

Bagaimana kalau aku tidak pintar?
Bagaimana kalau aku bukan orang baik?
Bagaimana kalau aku sebenarnya lemah?

Lalu, kebutuhan ini muncul.
Untuk diingatkan,
tidak pintar ya tidak apa-apa,
tidak selalu menjadi orang baik juga tidak apa-apa.
Diperbolehkan merasa lelah, diizinkan menangis, dan dipersilahkan meratap.

Aku harap semua orang setidaknya memiliki satu teman seperti ini. Untuk saling mengingatkan bahwa;
kamu tidak perlu terus menjadi kuat,
kamu tidak sekuat itu,
dan itu,
tidak apa-apa.

Comments

Popular posts from this blog

마지막 The Last - Agust D (Min Yoongi/Suga)

the art of living together