"Sar"
Pertama-pertama gue mau curhat sedikit kalo gue nulis ini di pukul 1.45 pagi, karena gue tiba-tiba terbangun dan pengen nulis. Dan gue nulis ini lewat handphone soalnya terlalu mager ambil laptop.
Semoga tulisan ini tidak seancur keliatannya ya.
Okay.
*breath in, breath out*
Selamat ulang tahun untuk mon luvly bestie, Sarita :)
Maaf beribu maaf Adinda ucapkan karena baru kepikiran mengetik ini seminggu setelah tanggal keramat mu yang sesungguhnya Adinda lupa, Sar... lupa ngetiknya bukan lupa ulang tahunnya kok. Sumpe -_-
Maaf ya, Cintaku :*
Selamat menikmati tahun legal mu
Selamat menikmati hari-hari di mana kamu akan semakin menjadi dewasa
Selamat menikmati si "tujuh belas"
Maaf Adinda gak bisa ngasih apa-apa...
(Berhubung gue lagi mood, mohon maaf kalo kata-kata di bawah ini terlalu prasmul atau terlalu tua atau terlalu dramatis)
Sar (jarang-jarang kan gue panggil 'Sar'), ini sekitar satu tahun tiga bulan gue mengenal lo baik dan semakin baik. Gue memang bukan Della yang sudah mengenal lo lebih dulu dan gue yakin lebih tau lo daripada gue. Kita memang bukan temen SMP atau SD atau lebih jauh lagi, TK. Gue gak pernah tau lo sebelum masuk 70 atau Sisgahana.
But, why? Gue sudah sangat merasa mengenal lo hanya dalam kurun waktu satu tahun tiga bulan (yang kalo pasangan mau ke jenjang serius sih waktu segini masih amat pendek) ini. Gue tau lo adalah tukang tidur, memiliki hidung yang sangat eksotis (which is very big and sexy, but that's why I'm in love with your nose), lo juga gendut dan memiliki suatu janji yang mana lo akan kurus di tanggal dan tahun tertentu (but you failed, I felt sorry for that beb), lo suka lupa shalat kalo gak ada Della dan lo akan teriak "Aduh gue lupa shalat, gak ada Della sih gak ada yang ingetin" then si muda KK akan mengingatkan lo kalo shalat karena diingetin orang lain itu dosa padahal gue yang notabene sahabat lo juga yang harusnya mengingatkan lo malah diem gak peduli, lo yang disebut-sebut kembaran gue karena a lil' bit mirip dan sama-sama tukang tidur di kelas, lo yang memiliki very very lovely parents, juga memiliki sahabat-sahabat lain di luar CP, dan masih banyak hal lain lagi yang gue ketahui tentang lo.
Tapi, tunggu..
Apa jangan-jangan yang gue ketahui bahkan hanya secuil cerita lo? Atau selama ini ternyata gue satu-satunya yang ngakunya sahabat lo tapi hanya mengetahui sebagian kecil dari kehidupan lo? Sumpah, gue gak tau. Kalo bener begitu, gue akan merasa seperti sahabat yang bodoh dan gak ada gunanya.
Kata mereka, seorang sahabat bahkan bisa menulis sebuah novel untuk mendeskripsikan sifat atau cerita mengenai sahabatnya. Actually, I can. Sebuah buku atau novel tentang lo, tentang CP. I really can. Tapi sebagai seorang penulis harusnya gue tau betul bahan apa yang akan gue tuliskan, dan gimana kalo ternyata satu tahun tiga bulan ini belum cukup?
Hanya ada satu jawaban.
Then let's make it forever.
Itu harapan gue yang pertama untuk wish di hari keramat lo di tanggal 10 kemarin. Let's just deal with that, arait?
Sarita Anggun Kinanti, gue mau mengucapkan beribu terimakasih karena satu hal, cuma satu. Dan sebenernya ini bukan ditujukan hanya kepada lo, tapi kepada semua CP.
Makasih karena sudah mau menjadi teman, bahkan sahabat gue. Dan kalo gue diizinkan untuk mengucapkan hal ini, terimakasih sudah mau gue anggap sudah seperti saudara kandung sendiri. Terimakasih kalian mau menerima gue yang keras kepala, cuek, manja, menyebalkan, dan lain-lain yang kalo disebutin gue yakin gak akan ada habisnya ini, untuk menjadi bagian dari Chandra Purnama. Makasih banget. Gue gak pernah tau kalo Tuhan berencana memberikan empat orang yang sangat berharga ke dalam kehidupan cewek cuek dan bego yang cuma peduli sama diri sendiri ini.
Dan yang ke dua, maaf. Maaf kalo gue gak pernah menjadi pribadi yang sesuai dengan harapan kalian, yang bisa membanggakan kalian, yang bisa kalian sebut sebagai sahabat atau bahkan saudara.
Dan itu menjadi wish gue yang ke dua, semoga lo dan CP gak akan pernah kapok dengan gue dan kalian memaafkan gue atas semua kekurangan gue.
It's really a wish, do not laugh.
(Fyi gue narik napas dan menghembuskannya dengan keras pas mau ngelanjutin bagian ini..)
Okay this must be difficult for me because this part isn't really nice.
Gue harus mengakuinya. Harus. Lo adalah manusia yang diciptakan Tuhan dengan segala kebaikan yang orang lain sukai dan cintai, tapi dengan itu juga orang lain menemukan kelemahan lo dengan gampang. Mengerti, ndak? Gini, lo itu orangnya super funny, inget kata-kata gue di post sebelumnya? Dengan diam aja lo bisa bikin orang ketawa. Tapi, dari situ lah lo bakal sering diketawain, but as long as you're okay with that *hands up*. Terus lo adalah penulis dengan kata-kata yang terbentuk dari huruf-huruf susunan yang amat indah, tapi dari situ lah gue menyadari seorang Sarita adalah cewek prasmul. Dan lo adalah seorang teman yang menjadi senderan semua orang, camkan, SEMUA ORANG. Even, me. Dan mungkin untuk yang satu ini masalahnya terletak pada gue, I envy you. So much. Semua orang akan dengan mudah dekat dengan lo dan menceritakan semua keluh kesah mereka lalu mencap lo sebagai their lovely and greatest bestfriend in a whole wide world. Dan ini tidak jarang terjadi di depan muka gue. Tapi, Sar, gue tidak melihat adanya beban pada lo yang menerima curahan hati mereka sampai pada akhirnya lo mengatakan, "Gue juga bingung. Semuanya pada curhat sama gue, yang gue cuma bisa diem aja. Gue udah kayak tong sampah." REALLY DUDE. Lo menyebut diri lo sendiri TONG SAMPAH di depan sahabat lo yang (gue akui juga abis curhat sama lo) jelas-jelas akan marah pada siapapun yang menyebut lo tong sampah tapi gak bisa berbuat apa-apa karena itu diri lo sendiri yang mengatakan sucha thing like dat, dan lo mengatakannya sambil menangis. Sejak saat itu, gue mengurangi intensitas cerita kita dan berusaha lebih bercerita saat bersama semua anggota CP walaupun gue tau kalimat yang akan gue terima hanyalah, "Semua juga punya masalah." Hooooohuhoooohohoho, that's what bestfriend will say :')
Dan, taraaaa! Selesai sudah wish gue yang ke tiga. Pertahankan sifat-sifat yang menurut lo baik dan pantas untuk dilanjutkan, dan kurangi sifat-sifat yang tidak perlu:)
Sekarang sudah jam 2.46 di pagi hari, dan gue kebelet, dan gue mager ke kamar mandi, dan gue mulai merasa menulis di pagi hari adalah keputusan yang sangat bodoh karena gue mulai mengantuk dan pegal-pegal. Tapi... gue akan merasa setengah hidup esok hari kalo gue gak menyelesaikan tulisan ini. Hufftieee.
Sebenarnya wish gue udah selesai buat lo, Tut (kangen gak gue panggil begini karena di bagian-bagian atas gue manggil lo dengan panggilan lain?). Apa masih mau dilanjutin?
Aaaarrraaaaiiiiitttt.
Saat itu gue sama lo lagi di tengah hutan, lagi sama beberapa anggota tetap Sisgahana dan calon siswa Sisgahana tahun 2013. Gue sama lo jalan beriringan dengan yang lainnya, lo di depan gue dan gue di belakang lo. Kita berjalan seperti yang seharusnya, pake kaki (menurut lo??!!!). Kebetulan matahari masih di atas langit kita sama-sama gak pegang senter untuk membantu jalannya kehidupan di tengah hutan saat itu. Tapi.... tiba-tiba gue menerima pukulan hebat dari ranting pohon yang (mungkin terbawa angin?) menimpa muka gue dengan (cukup) keras dan membuat gue kaget dan setelah menyadari dari mana ranting bodoh itu dateng (yang ternyata bukan angin penyebabnya), gue menggerutu, "Saritaaaa!!" It's only a word! A WORD! Dan bahkan lo (dan gue) yang lagi tetep jalan dan tetep madep depan yang bahkan lo gak tau kenapa gue menggerutu (yakan bisa aja gue cuma manggil? YAKAN?), lo tiba-tiba berkata.... harus banget gue lanjutin ya? Bikin nyesek banget nih broh. Okay. Lo berkata,
"Kok gue sih? Orang lo yang kena."
Kalo kalian mau tau apa keadaan gue di dalam hati gue yang terdalam saat mendengar kata-kata itu:
"WOI ANJENG GUE JUGA TAO GUE YANG KENA nih buktinya muka gue masih nyod-nyodan. TAPI SOKAP YANG LAGI JALAN SAMBIL NAHAN TU RANTING SUPAYA GAK KENA MUKA DIA SENDIRI TAPI MALAH DILEPAS SEENAK IDUNG??!!! Serasa jalan sama roh hutan ye lo?! Berasa gue bakal nembus tu ranting?! Wi gila ni anak, masih bisa-bisanya bilang 'Kok gue sih?' TANYA SAMA RANTINGNYA! TANYA!"
Ffffiiiiuuuuhhhhhhh!!!!!!!!!
Maaf untuk segala kata-kata kasarnya, ambil positifnya aja:)
Lanjut.
Hebat kan? Itu dalem hati. Kenyataannya mah gue cuma nelen kesel aja, karena hal tersebut gak terjadi sekali. Udah seringggg, udaahh, udahh biasaaaa. Berhubung gue sering gaplok dia tanpa sebab, jadi ya sudah lah. Sekali-kali dia menyakiti batin ini, Adinda rela, Saaar, relaaa:'(
Gimana bad habits lo menurut orang lain?
Della: Sarita itu suka selow sendiri disaat orang lain panik dan malah bikin tambah panik
Ai: Sarita terlalu wise
Rini: really, I don't know what podai thoughts about you. Maaf ya dai :( abis lo gak pernah kasih tau gue si
Arait. Here's my comment:
1. Terlalu selow
Entahlah.. mungkin gue tergolong orang yang bodo amat juga si ya.. jadi ya........ gue malah berasa hal ini bukan terlalu masalah. But, still! Itu autek kita yang ngomong, Sar. Appreciate dat!
2. Terlalu wise
Ah gue gak pernah merasakan langsung kebijakan lo-_- ya mungkin ada si tapi kebijakan di hal lain, misalnya waktu lo jadi autek PDGH. Atau ternyata lo udah sering menunjukan sikap itu depan gue tapi gue nya yang terlalu bodo amat? Atau Ai yang emang sering curhat sama lo? Dan kalian nyambung untuk hal-hal yang logis dan sedikit berperasaan jadinya lo terlihat dan terdengar wise? I appreciate dat.
Begini, ini akan menjadi wish gue yang ke empat. Semua bad habits lo adalah yang telah menemani gue selama satu tahun tiga bulan ini, jadi as long as you and me are fine with dat, everything's arait. Dan mungkin alasan mengapa gue gak bisa merasakan sifat lo yang kata Della terlalu selow dan kata Ai terlalu wise karena gue juga orang yang selow dan bodo amat, dan gue gak pernah mau curhat serius ke lo. Ya lo tau lah gue emang orang yang super bodo amat. Tapi soal curhat serius? No, no! Bukan karena gue gak percaya sama lo. Gue tetep curhat kok. Tapi lebih ke.. gue gak mau lo capek punya temen yang selalu punya masalah, dan gue gak mau lo menganggap diri lo sebagai tong sampah lagi. Jadi untuk wish gue yang ke empat, tetaplah jadi sahabat gue yang tukang tidur dan yang bisa diajak smack down tiap gue ada masalah. Yang bisa diajak jadi temen yang selalu ketawa, yang bisa jadi seperti anak kecil setiap saat :-) tapi bisa juga dimintain saran terbaiknya, arait? :')
Udah jam 3.22 mata w tinggal setengah, dan berhubung wishes ke empat gue udah terbit, kita lanjutin ke wishes ke lima yuk..
Di saat semua orang bermimpi menjadi dokter, politikus, hakim, pengacara.. bermimpi menjadi pribadi yang bekerja untuk negara dan untuk dirinya sendiri.. dengan mengharapkan hobinya tersalurkan juga mendapat rupiah-rupiah setiap bulannya. Lo adalah satu-satunya orang yang menjawab dengan yakin, "Gue mau jadi guru di pedalaman."
Awalnya gue gak ngerti apa sih guru di pedalaman itu? Apa yang dia akan ajarkan? Siapa yang akan dia ajarkan? Dan lebih menakutkan lagi, siapa yang akan membayar dia? Dan berapa rupiah yang ditawarkan untuk seorang guru di pedalaman? BUANYAK BUANGET pertanyaan di otak gue. Dan lalu gue mencari tau lewat internet. Inilah jawaban untuk semua pertanyaan gue:
Guru di pedalaman itu orang-orang yang akan membagi ilmunya kepada anak-anak terlantar di ujung negeri ini, yang tidak mendapat dana pendidikan secara "lancar" sehingga mereka harus sekolah dengan segala keterbatasan yang ada (seenggaknya itu yang gue ngerti) dan ironisnya, guru di pedalaman ini bekerja sebagai orang-orang yang harus berpisah jauh dari keluarganya alias merantau tanpa dibayar. Kalo guru kita di sekolah itu tanpa jasa, guru di pedalaman udah tanpa jasa, tanpa dibayar pula. Tidak ada sepeserpun yang ditawarkan atau yang mereka minta. Padahal pengorbanan yang mereka lakukan untuk terbang jauh dari keluarga saja sudah tak terhingga harganya.
Gue gak pernah nanya kenapa lo mau jadi guru di pedalaman, Sar. Tapi gue yakin lo tau nasib-nasib guru di pedalaman di negara kita ini masih terbengkalai. Tapi pada akhirnya gue ngerti kenapa lo berani memiliki kemauan itu. Kalo nasib guru-guru pedalaman aja terbengkalai, apalagi nasib murid-murid si guru itu? Pada awalnya gue merasa ingin sekali mengikuti jejak lo, tapi mungkin gue hanyalah segumpal ciptaan Tuhan yang memiliki sifat manja, yang jelas-jelas gak bisa jauh dari keluarganya apalagi mamanya. Dan untuk itu, gue amat sangat bangga dengan sahabat gue yang bernama Sarita Anggun Kinanti. Dan untuk itu juga, semoga Sarita dapat meraih mimpi dan cita-citanya yang amat mulia, ya Tuhan.
Okay! The last wishes, semoga dalam doa-doa lo kepada Tuhan, ada nama gue dan CP di sana :) (dan semoga doanya yang baek-baek). Oh iya, semoga CP selalu dalam nasib baik yaa, Sar. Gak ada yang remed, makin sayang satu sama lain, makin adil satu sama lain, makin deket satu sama lain, makin menjaga satu sama lain, dan gak akan melupakan satu sama lain.
Itulah dia! Saatnya mengakhiri tulisan indah nan gajebot ini, lalu mari kita akhiri dengan khusyuk, dengan mengangkat tangan kita dengan bentuk menadah, lalu jangan lupa tersenyum karena Tuhan takkan suka melihat wajah murung lo (kalo mau lebih khusyuk, pejamkan mata lo), lalu katakan dengan hati, dengan hati yang dikeluarkan melalui mulut, "Aamiin"
Selamat ulang tahun ke 17, Sarita. Cukup dengan semua harapan, let's make it happen together yaa!
Aku sayang kamu mon luvly bestie, sayang Della, Ai, dan Rini juga ({})
Aku sayang Chandra Purnama ({})
Comments
Post a Comment