Keluhan tentang Tuan

Tuan!! Apa kabar? Semoga baik.


Sini deh aku mau cerita, akhir-akhir ini kumenyadari ada sesuatu yang janggal antara kita. Bukan, bukan tentang harapan. Aku kan sudah lama berpindah keyakinan, terutama tentang kita.

Aneh, tiap aku menemukan diriku di keadaan ini. Mungkin kamu juga ngeh.

Tiap-tiap kita di suatu masa, ada kalanya kamu butuh sesuatu. Entah itu barang atau jasa, kenapa ya, yang kamu tanya pertama bukan aku? Tadinya aku kira, ini cuma ego, sedikit pedih karena bukan yang dicari. Tapi lama-lama kamu ketahuan juga, sengaja menghindari aku.

Soalnya kamu tau ya, apapun yang kamu minta aku siap dua?

Nih, sebenarnya memang yang bodoh aku. Aku tau aku mau jadi segalanya buat kamu, padahal kamu hampir seterusnya bukan untukku. Masa, aku hapal apa-apa yang kamu akan cari, dan aku siapkan jauh-jauh hari. Kan keliatan ibu rumah tangganya.

Aku tau kamu akan minta 1, aku kasih 2.

Minta 5, aku kasih 10.

Minta yang nggak ada, aku ada-adain sampai ada 1000.

Cinta atau tolol, kamu yang nilai deh.

Cuma, ya itu. Kamu mintanya nggak ke aku, mungkin kamu takut ada hutang budi. Ikhlasnya aku belum sampai di situ ya. Masih kena macet di antara cemburu.

Ada malam di mana aku sempet jijik menaruh rasa sama kamu, lebih tepatnya benci karena nggak bisa memilih untuk tidak mencintai kamu. Lagian, apa sih itu cinta. Kalau nanti aku datang ke nikahnya kamu, ketawain aku ya. Karena pasti aku juga ketawa, lega karena ada alasan konkrit untuk membenci diri sendiri. Meski akan tetap kusalami dan kukecup pipi istri mu, tetap pasti pulangnya aku pergi mabuk dulu. Minum yang banyak sampai lupa kalau malam itu kamu sepenuhnya milik orang lain, dan cuma bisa mengulang bayangan rencana ku menghabiskan waktu dengan mu sampai mati.

Lelah sekali ternyata mencinta itu, karena ya itu, selain menerima, kita juga harus diterima. Selain mencinta, kita juga harus dicinta. Selain memberi, minimal kita tau mereka mau diberi.

Sekalipun aku punya satu juta, kalau kamu pergi bukan ke aku, aku bisa apa.

Kadang aku bingung, aku yang siap sedia punya segala niat untuk buat kamu bahagia dan laki-laki paling kaya, tapi kamu cari yang...... bukan aku? Kedengaran egois aku nya, tapi kenyataannya tujuan hidup aku adalah kenyamanan kamu.

Aku punya satu meja makanan enak, kamu minta nasi bungkus.

Aku punya seribu nasi bungkus, kamu minta kebab.

Aku punya sepuluh gerobak kebab, kamu minta padi.

Aku punya hektar-an sawah, kamu minta satu meja makanan enak.

Kamu tau aku punya satu meja makanan enak, kamu mintanya ke orang lain.

Aku tanya, "Aku punya satu meja makanan enak, mau?" kamu bilang,

"Enggak, bercanda."

Comments

Popular posts from this blog

마지막 The Last - Agust D (Min Yoongi/Suga)

That's okay // Tidak apa-apa

the art of living together