sahabat dan ketenangan

sahabat, "tapi menurut gue, dia butuh lo sih."

aku, "kenapa gitu?"

sahabat, "karena lo yang selalu ada buat dia."

17/11/18, di motor menuju stasiun palmerah.

baru malam ini, aku merasakan perasaan yang berbeda dari sebelumnya.
wajarnya, kalau dengar kalimat dia butuh aku, aku harusnya senang.
tapi malam ini enggak.

yang aku rasakan bukan bahagia,
melainkan ketenangan.

rasanya kata-kata itu hangat sekali.
lewat ke telinga dan menyelimuti hati.

yang bicara itu sahabat aku,
yang aku tak tahu akan jadi sahabat.
pendengar terbaik,
pemberi nasehat yang paham apa yang dia berikan.

kata dia, kamu butuh aku karena aku selalu ada buat kamu.
sedikit menyedihkan memang, karena kamu butuh aku bukan benar menginginkan aku ada,
tapi karena aku yang ada.
cinta memang serumit itu.

tapi,
kalimatnya menenangkan.

setidaknya aku tahu,
keberadaanku,
ada gunanya,
untuk mu.

setidaknya aku tahu,
keberadaanku,
tidak sia-sia,
tidak untuk mu.

setidaknya aku tahu,
kalau akhirnya pun tak dengan mu,
keberadaanku dibutuhkan,
oleh mu.

aku sudah lama tahu, perasaan ku ini sudah dewasa.
mudah-mudahan, memang benar sudah dewasa.
mencintai mu, mengajarkanku banyak hal baru.
aku mengerti bagaimana untuk tidak minta timbal balik.
sering kukatakan, yang penting adalah kebahagiaan mu.
tadinya aku ragu.
karena masih sakit melihat mu di sana, namun bukan untukku.
kupikir aku masih gila, berharap kamu kembali.
meski nyatanya kamu tak pernah pergi. hanya memang tak pernah di sini.
tapi malam ini, sahabat menyadarkanku.
memberi arti pada keberadaanku.
bahwa semua rasa sayang dan rasa sakit ku, mereka tak sia-sia.

terimakasih sahabat.
terimakasih banyak.


akan menjadi kebahagiaan ku,
bila kalimat tadi kamu yang mengatakan.
namun mungkin saat ini,
aku lebih butuh ketenangan.

Comments

Popular posts from this blog

마지막 The Last - Agust D (Min Yoongi/Suga)

That's okay // Tidak apa-apa

the art of living together