Malam ke Sekian
Aku rindu kita yang setiap hari ketemu, dari bosen sampe udah terbiasa. Rindu yang di mana kita cuma tidur-tiduran dan duduk-duduk biasa tapi tiba-tiba kita deep conversation. Rindu di mana belum nanya "Lu apa kabar nya dah" "Lu sibuk apa dah". Bahkan mulai tumbuh perasaan gak suka untuk pertanyaan itu sekarang. Aku rindu di mana satu sama lain masih tau semua kegiatan satu sama lain. Rindu harus terbagi dua untuk tuntutan tugas. Rindu berargumen dengan salah satu dari kalian. Rindu dimarahi kalian. Rindu ditendang kalian. Rindu sistem telepati kita.
Pokoknya rindu semuanya.
Banyak yang ingin aku ceritakan, banyak yang ingin aku beri tahu pada kalian, dan banyak yang ingin aku sampaikan. Saking banyaknya hingga aplikasi yang bernama LINE itu tidak membantu.
Dulu kita pernah berjanji "Jangan sampai chat group ini notifikasinya dimatikan / di off notification" aku masih menepatinya, tapi kadang aku hanya bisa membaca, tanpa bisa ikut serta. Karena sesungguhnya aku bukan orang yang pintar berpura-pura, walaupun di dunia maya.
Aku gak perlu gunung untuk menyimpan gundah ku, gak perlu pantai untuk menelan gulana ku, dan gak perlu hutan untuk menyesatkan derita ku.
Aku gak perlu apa-apa.
Aku gak perlu siapa-siapa.
Aku kuat!
Aku harus kuat!
Iya, kan?
Iya.
Tapi.
Malam itu.
Aku.
Selelah itu.
Comments
Post a Comment