Kemanusiaan
Gak semua orang jahat itu bener-bener jahat
Gak semua orang baik itu bener-bener baik
Pernah dijahatin?
Pernah dikhianatin?
Pernah difitnah?
Pokoknya, pernah disakitin?
Gak apa-apa.
Mereka itu manusia. Diciptakan memang hampir sempurna. Tapi mereka sendiri yang membagi-bagi diri mereka. Mengelompokkan diri. Membuat perbedaan. Menghasilkan pembagian kualitas dan kuantitas yang gak hanya bersifat horizontal, tapi juga vertikal.
Tapi saat perbedaan itu menciptakan konflik, mereka juga yang marah. Mengamuk dengan hasil karya mereka sendiri. Membuahkan perselisihan dan bahkan sampai peperangan. Tapi mereka juga yang geleng-geleng kepala, merasa benar dan menyalahkan yang tidak seperti "seharusnya" yang ada dalam benak mereka. Mengadu domba keyakinan, menegaskan kalau hanya mereka yang benar.
Bukannya mereka gak tau apa-apa. Mereka tau kok. Makanya berani saling menyakiti, karena mereka merasa mereka tau.
Mungkin juga memang sudah adat mereka seperti itu.
Jadi, gak apa-apa kalau kamu dijahatin, dikhianati, atau difitnah. Gak apa-apa kalau ada yang menyakiti kamu.
Tapi inget loh, gak semua orang jahat itu bener-bener jahat. Mereka yang menyakiti kamu siapa tau untuk diam-diam menjaga kamu. Mereka yang mengkhianati kamu mungkin juga ingin menguatkan kamu. Mereka yang memfitnah kamu juga mungkin punya niat baik bagi mu. Manusia itu terlalu banyak kompilasi nya kalau mau kamu jabarin, jadi gak ada manusia hanya dengan satu definisi. Dia yang ngejahatin kamu hari ini mungkin akan jadi sahabat kamu nantinya. Begitu juga yang teman kamu hari ini, mungkin besok-besok bisa jadi musuh kamu.
Mereka yang bilang sayang sama kamu hari ini pasti akan meninggalkan kamu suatu hari, entah karena hukum alam atau hukum Tuhan. Mereka yang bilang kamu adalah sahabat terbaik mungkin suatu hari akan jadi orang yang gak kamu kenal sepenuhnya. Mereka yang selalu baik sama kamu bukan berarti gak mengharapkan apa-apa dari kamu.
Itu artinya gak semua orang jahat bener-bener jahat dan gak semua orang baik gak bener-bener baik. Kamu gak perlu takut, gak perlu sedih, atau terlalu mencurigakan orang lain di sekitar kamu. Karena mereka itu hanya manusia selayaknya kamu. Perbedaan antara kamu dan mereka pasti ada dan gak hanya satu.
Yang disayangkan adalah, kamu menyukai dan menghargai perbedaan. Sedangkan mereka gak.
Rasa suka dan rasa menghargai itu memang akan jadi bumerang buat kamu. Setelah kemarahan dan kekecewaaan, rasa takut akan jadi tamu kamu berikutnya. Kian hari rasa itu akan semakin kuat.
Tapi, gak apa-apa. Hadapi rasa takut kamu. Jangan sampai rasa takut itu menikam penghargaan yang kamu berikan kepada hal yang memang patut dihargai. Ingat, yang kamu harus hadapi itu rasa takutnya, bukan manusia nya. Mereka akan selalu seperti itu, belum akan berubah, dan mungkin gak akan. Gak perlu memusingkan mereka. Sibukkan dirimu ya dengan dirimu sendiri. Rasa takut itu tidak harus dibunuh. Cukup dididik.
Dan kalau kamu bisa jadi lebih kuat dari rasa takut mu itu. Suatu hari, rasa takut itu akan berubah jadi keberanian dan keluar sebagai kebijaksanaan.
Dan kalau rasa takut kamu sudah hilang, setidaknya kepuasan mereka akan berkurang.
Comments
Post a Comment