Posts

Showing posts from 2018

sahabat dan ketenangan

sahabat, "tapi menurut gue, dia butuh lo sih." aku, "kenapa gitu?" sahabat, "karena lo yang selalu ada buat dia." 17/11/18, di motor menuju stasiun palmerah. baru malam ini, aku merasakan perasaan yang berbeda dari sebelumnya. wajarnya, kalau dengar kalimat dia butuh aku, aku harusnya senang. tapi malam ini enggak. yang aku rasakan bukan bahagia, melainkan ketenangan. rasanya kata-kata itu hangat sekali. lewat ke telinga dan menyelimuti hati. yang bicara itu sahabat aku, yang aku tak tahu akan jadi sahabat. pendengar terbaik, pemberi nasehat yang paham apa yang dia berikan. kata dia, kamu butuh aku karena aku selalu ada buat kamu. sedikit menyedihkan memang, karena kamu butuh aku bukan benar menginginkan aku ada, tapi karena aku yang ada. cinta memang serumit itu. tapi, kalimatnya menenangkan. setidaknya aku tahu, keberadaanku, ada gunanya, untuk mu. setidaknya aku tahu, keberadaanku, tidak sia-sia, tidak untuk mu. ...

Anamnesis #4

Kadang menulis itu tidak hanya bercerita, tapi juga mengungkap rahasia.

Pamit

Kukatakan pada lara, aku sudah biasa. Karena bertahan pun dia takkan mengerti. Karena ada untuknya pun dia tidak butuh. Karena mencoba mengutarakan terlalu berani. Biar kujaga dia dalam diam. Kunikmati dengan tenang. Kusayangi dalam doa. Tuan, pesanku hanya satu. Berbahagialah. Aku mengerti bahwa aku tidak mampu. Tidak cukup baik untuk mu. Aku bukan yang kamu mau. Hanya tempat singgah, yang tak bikin betah. Selamat mencari perteduhan lainnya. Aku lebih dari mengerti resikonya kalau aku pergi. Tapi kepercumaan ini menggerayangi keyakinan ku. Dan kamu tidak di sini untuk menolong ku. Dan kamu punya urusan mu sendiri. Kalau kamu tak kunjung paham. Maka aku pamit, Tuan. Semoga bahagia, Puan.

That's okay // Tidak apa-apa

You're not that smart, and that's okay. You're not that kind, and that's okay. You're not that strong, and that too, is okay. • • • • • Ingin menulis sedikit menjelaskan makna puisi kali ini. Menggunakan bahasa ibu agar lebih mudah dipahami. Teman-teman ku tahu betul, kalau soal percintaan aku sering banyak bicara. Tapi aku ragu kalau mereka mengerti, justru itu tanda hal tersebut tidak begitu penting bagi ku. Karena sesuatu yang biasanya sangat berarti bagi ku biasanya aku simpan untukku sendiri. Kecuali hal itu benar-benar meledak dalam diriku, yang membuatku terharu, bahagia, sedih, marah, bahkan malu. Tapi mungkin karena kebanyakan ceritaku tak sepenting kisah mereka, mereka malas mendengarkanku. Kadang aku ingin menyalahkan diriku sendiri. Sampai akhirnya tak ada lagi yang kukeluarkan, tak ada lagi yang kuceritakan. Mungkin ini yang namanya krisis pemahaman. Mungkin juga krisis pertanyaan. Aku ingin seseorang menghubungiku atau menemui...

Galeri Foto Jurnalistik Antara (bonus!: Ruru Gallery) #ArtsVenture

Image
Halooooooooo! Setelah tiga bulan tidak tertumpahkan kata-kata yang mendesak keluar dari pikiran dan hati, akhirnya saya menulis lagi. Saatnya menumpah-ruahkan gumaman-gumaman yang tersimpan di dalam lubuk kenangan. Sudah tak tahan untuk membuka pintu lantunan cerita yang ingin sekali mengalir ke luar. Ceila. Udah ah, capek. Intinya akhirnya gue menulis lagi, terakhir nulis itu tanggal 6 Maret. Di baca dong tulisan gue akh nih tinggal klik  https://peekatchu.blogspot.com/2018/03/the-suffering.html Kali ini, pada tanggal 24 Juni gue akan melanjutkan #ArtsVenture gue yang sebenernya enggak art-art amat wkwk. Tapi ya namanya juga hobi, gatel kalo enggak cerita tuh. Walaupun perginya kapan, di post nya kapan. Walaupun ceritanya juga enggak semenarik itu juga. Dan walaupun hasil jepretannya enggak seyahut people-people. Yang penting enggak tertimbun di dalam asa ya. Hadeh. #ArtsVenture kali ini gue pergi ke... bisa nggak sih blogspot masukin fitur suara?! HHH...