Posts

Showing posts from April, 2017

A Poetry

There's always a poetry to make life seems better. A poetry that'll make you smile in the middle of a bad day while struggling with how life goes on, it makes you feel all good. A poetry that'll make you scroll fast so you'll find a good one. It represents your condition and it gives you energy. A poetry about how flower beautifully blooms in winter even tho it's impossible in a real life. It makes your imagination runs wild by just picture it out in your thoughts. It'll make you fall in love with no one but yourself. Or probably you'll suddenly share the poetry to loved ones. Because you know, the poetry heals. I want to be a poetry I want to be a poem written in your diary A poem followed by a music I want to be a poetry you would never read, a poem you would never understand I'm way too beautiful so you would never tired to look at I want to be a poetry you would never get the meaning of it, a poetry you would get stucked I want to be that...

marriage? me?

Seperti judulnya, saya mau cerita bagaimana saya dan konsep menikah, di post ini. Kepikiran nulis ginian ya tentu saja karena post saya yang sebelumnya membahas pertunangan sahabat saya, saya jadi mikir. Bagaimana dengan saya sendiri? Kalau kata temen saya, Mega, "gue kadang2 suka bingung sm jalan pikiran lu tp ya namanya juga dinda wkwk" dia beneran ngomong gitu di chat line -_- karena Mega bingung sama rencana-rencana saya mengenai pernikahan dan anak di masa depan, saya jadi pengen cerita di blog. Ya kalau menurut saya sih gak ada yang salah, gak tau deh menurut orang lain. Pernikahan Bagaimana sih pernikahan di pemikiran Dinda? S imple kok . Saya tidak mau menikah. Ekstrem ya? Haha. Tar dulu tar dulu, jangan shock gitu dong. Saya perhalus deh. Saya menghindari pernikahan. Pelan-pelan ya saya jelasin kenapa. Keturunan / Anak Bagaimana sih keturunan / anak di pemikiran Dinda? Saya ingin sekali punya anak, saya pernah bermimpi punya ana...

Sahabat saya mau tunangan sama polisi

Dalam hitungan hari sahabat saya, Aisyah Jasmine Yogaswara, akan melaksanakan acara lamaran dan atau pertunangan dengan pasangannya, Tias Arifiandi Nugraha. Della dan saya rencananya akan ikut hadir di acara tersebut, sedangkan Sarita berhalangan hadir karena dia ada tugas penelitian ke Lombok. Singkat cerita saya sangat bahagia untuk kak Tias dan Aisyah, padahal awalnya saya selalu close minded dengan jenis pekerjaan kak Tias. Iya. Saya gak suka polisi. Tentara. Militer. Dengan sebutan-sebutan yang melambangkan keamanan negara, nasionalisme, dan bagaimana pun orang menyebutnya. Teman saya ini lucu, dia ketemu orang yang seringkali dia panggil "mas" sekarang ini bukan di tempat-tempat fancy, bukan di pertemuan blind dates, dan sebagainya. Mereka ketemu di Danau Situ Gintung. Saat itu bahkan saya gak tau ada ciptaan Tuhan bernama Tias Arifiandi Nugraha. Saya baru tau setelah beberapa hari di sekolah Aisyah sering menyebut-nyebut namanya dan bahkan katanya mau nonton b...