Posts

#CookingDailyLife: Pancake

Image
Another daily life writing heree~ Hari ini gue gak kuliah karena gue sakit, karena gue jarang banget sakit orangnya sekalinya sakit gue gak keliatan kayak orang sakit #sedih. Saat gue sakit gue harus take care air panas buat gue mandi sendiri, nyiapin obat apa yang perlu gue minum, dan tetap membantu pekerjaan rumah. Yah mau bagaimana lagi yah, sudah kuliah tapi tetap serumah sama orang tua itu ya risikonya begitu itu wkwk Nyokap gue hari ini masak sarden dan sayur mi'un (entahlah, dia sendiri yang menamakan 'sayur miun' itu), gue udah makan nasi goreng tadi pagi, tu sarden sama sayur juga udah gue jajal. Tapi sore ini gue mau masak sendiri masakan gue, padahal seumur-umur gue paling masak mi goreng, mi rebus, dan mi instan (lah.. apa bedanya yak). Gue mikir masak apa yak, di rumah minim bahan makanan yang macem-macem. Emak gue mager masak kalo yang macem-macem, jadi beli bahannya juga seperlunya aja huft. Setelah dipikir-pikir selama 2 menit ke depan (penting banget), ...

Bukan

Bukan Kong Hu Chu, tapi adalah orang paling berbahagia di perayaannya. Bukan Hindu, tapi tertidur dengan lantunan nama dewanya. Bukan Budha, tapi menyatukan tangan di depan wiharanya. Bukan Katolik, tapi berbagi dengan pendetanya. Bukan Protestan, tapi berdoa di gerejanya. Bukan Islam, tapi beribadah seperti ajarannya. . . Ah, apalagi itu? Bukan.

The funny thing is...

Cancer patients or patients with missing legs, those patients get simpathy and emphaty, but mental patients are stigmatized. . . . Everyone acts like it can never happen to them. - It's Okay, That's Love. 2014.

Perempuan Itu

Suatu hari kamu melihat seorang perempuan tersenyum kepada banyak orang di depannya, dia berdiri dan memperhatikan baik-baik sekelilingnya, kadang tenggelam dalam bayangannya sendiri dan dengan tetap tersenyum. Kamu akan melihat dia begitu menikmati berada di antara orang-orang itu, memberikan pengertian dan perhatian tanpa harus mengenal satu-satu. Mungkin akan ada satu di antara mereka yang mencoba menyakiti perempuan itu, jangan, jangan mencoba untuk menyelamatkan perempuan itu. Perhatikan lagi. Perempuan itu akan kembali berdiri dan menenangkan orang itu, dia akan menyuruh temannya yang memegangi orang itu untuk melepaskan dia pelan-pelan dan dia akan berkata kepada orang itu, "Tenang. Kamu baik-baik saja." dan akan diulanginya sampai orang itu kembali tenang. Lalu perempuan itu akan kembali tersenyum, "Bawa dia ke kamarnya dan biarkan dia istirahat di sana." katanya pada teman-temannya yang masih memegangi orang itu. Dan dia kembali berdiri, kembali memperhatik...

Malam ke Sekian

Aku rindu kita yang setiap hari ketemu, dari bosen sampe udah terbiasa. Rindu yang di mana kita cuma tidur-tiduran dan duduk-duduk biasa tapi tiba-tiba kita deep conversation. Rindu di mana belum nanya "Lu apa kabar nya dah" "Lu sibuk apa dah". Bahkan mulai tumbuh perasaan gak suka untuk pertanyaan itu sekarang. Aku rindu di mana satu sama lain masih tau semua kegiatan satu sama lain. Rindu harus terbagi dua untuk tuntutan tugas. Rindu berargumen dengan salah satu dari kalian. Rindu dimarahi kalian. Rindu ditendang kalian. Rindu sistem telepati kita. Pokoknya rindu semuanya. Banyak yang ingin aku ceritakan, banyak yang ingin aku beri tahu pada kalian, dan banyak yang ingin aku sampaikan. Saking banyaknya hingga aplikasi yang bernama LINE itu tidak membantu. Dulu kita pernah berjanji "Jangan sampai chat group ini notifikasinya dimatikan / di off notification " aku masih menepatinya, tapi kadang aku hanya bisa membaca, tanpa bisa ikut serta. Karena sesun...

What More (4/~)

Just an apology, a real one & a proper one, would do.